Mengapa Pemanasan Penting
Pemanasan yang tepat menaikkan suhu tubuh, meningkatkan aliran darah ke otot, dan menyiapkan sistem saraf untuk beban berat. Tinjauan 2024 di British Journal of Sports Medicine menemukan bahwa lifter yang melewatkan pemanasan berisiko 47% lebih tinggi mengalami cedera sendi dan tendon dalam 15 menit pertama latihan.
Fase 1 — Umum (3 menit)
Mulai dengan 3 menit kardio intensitas rendah: jalan cepat di treadmill kemiringan 3, sepeda santai, atau rowing 60% effort. Tujuannya adalah berkeringat tipis, bukan kelelahan. Detak jantung sekitar 110-120 bpm sudah cukup.
Fase 2 — Mobilitas Dinamis (3 menit)
Fokus pada sendi yang akan dibebani. Untuk hari upper body: arm circles, band pull-apart, scapular push-up, dan shoulder dislocation dengan pipa PVC. Untuk lower body: leg swing, hip circle, squat bodyweight dalam, dan walking lunge. Gerakan harus full range, jangan dipantul-pantulkan.
Fase 3 — Ramp-Up Spesifik (2 menit)
Sebelum set kerja pertama, lakukan 2-3 set pemanasan progresif dari gerakan utama. Contoh: jika bench press kerja 100 kg, lakukan bar kosong × 10, 40 kg × 8, 60 kg × 5, 80 kg × 3, baru set kerja. Setiap set menyiapkan pola gerak tanpa membuat lelah.
Yang Harus Dihindari
Static stretching (menahan stretching 30+ detik) sebelum angkat beban justru menurunkan output kekuatan 5-8% untuk 20 menit berikutnya. Simpan stretching hamstring dan quad untuk setelah latihan, di mana itu justru membantu pemulihan.




No comments yet